
Infopubliknews.online.LOLAK, 22 JANUARI 2026 – Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado bersama Kasatker Bendungan dan jajaran Pejabat Pembina Teknis (PPK) melaksanakan kegiatan monitoring di Bendungan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan kesiapan Unit Pengelola Bendungan (UPB) Lolak beserta seluruh prasarana pendukung dalam menghadapi intensitas curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.

Bendungan Lolak memiliki peran penting bagi daerah, selain mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air untuk irigasi, juga direncanakan mampu mengurangi potensi banjir hingga 29,4% atau setara dengan luasan sekitar 209 hektar pada debit rencana Q50 yang biasanya terjadi saat musim hujan di wilayah Lolak dan sekitarnya.

Sebelum pelaksanaan monitoring, Bendungan Lolak telah memasuki kondisi spill out pada hari sebelumnya, tepatnya 21 Januari 2026 pukul 21.38 WITA. Kondisi ini terjadi setelah volume tampungan air mencapai kapasitas maksimum sebesar 16,5 juta meter kubik, sehingga aliran masuk (inflow) melimpas melalui ambang spillway.
Dalam arahannya, Kepala BWS Sulawesi I menegaskan agar seluruh petugas UPB Lolak menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dengan ketat dalam pengoperasian bendungan serta pengendalian banjir di wilayah hilir. Selain itu, petugas juga diminta untuk terus menjalin koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah guna memastikan kesiapsiagaan yang optimal apabila terjadi peningkatan debit air di masa mendatang.
(michael rusly)


