Infopubliknews.online, Sulawesi Utara – Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-341 tahun pada hari ini (30/03/2026). Perayaan yang mengusung tema “Menjaga Akar Budaya, Majukan Desa untuk Masa Depan” menjadi ajang untuk memperkuat tali persaudaraan warga dan mengingat sejarah panjang pembentukan desa yang berawal dari tahun 1582.
Acara dibuka dengan ritual adat tradisional Minahasa yang dipimpin oleh tokoh adat desa, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang pertama kali membuka pemukiman di wilayah ini. Menurut catatan sejarah, Desa Treman berasal dari kelompok migran yang menetap di Tong Keina pada akhir abad ke-16, dengan nama “Tare Uman” yang kemudian disingkat menjadi Treman. Meskipun resmi menjadi desa mandiri melalui pemekaran dari Desa Rajak Besi pada tahun 2012, sejarah panjangnya dihitung mulai dari tahun berdirinya pemukiman awal.
Hukum Tua Desa Treman, [Victor Roland Pinontoan S.STP,.MAP], menyampaikan bahwa perayaan ini tidak hanya untuk merayakan usia desa, tetapi juga sebagai momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan dan menyusun program kerja mendatang. “Kita berkomitmen untuk mengembangkan desa sambil tetap melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas kita,” ucapnya dalam sambutannya.
Serangkaian kegiatan diadakan selama perayaan, antara lain lomba olahraga antar Jaga(lingkungan), pameran produk hasil usaha warga, pentas seni budaya tradisional, dan penyerahan bantuan kepada lansia serta keluarga kurang mampu. Bupati Kabupaten Minahasa Utara yang menghadiri acara juga memberikan apresiasi dan mendukung program pembangunan berkelanjutan di Desa Treman.
Warga desa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara, menandakan kebersamaan dan semangat untuk membangun desa yang lebih baik.
Sejenak sejarah singkat Berdirinya Desa Treman di sampaikan oleh Hukum Tua (Victor Roland Pinontoan S.STP,.MAP) bagaimana terjadi berdirinya desa treman.
Desa Treman terletak di Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Berikut sejarah asal usul pembentukannya:
- Awal Migrasi: Sekitar pertengahan tahun 1525, sekelompok masyarakat dari Desa Walan Takan (sekarang Tonsea Lama) yang dipimpin oleh Dotu Lengkong, Wulu R, Rensina, To Naas Paruntu, Maka Lew, dan Pinon Toan mencari tempat pemukiman baru. Mereka berkelana ke utara mengikuti Kali Sawangen dan pertama kali menetap di tempat yang dinamakan Kelewer hingga tahun 1532, kemudian pindah ke Keraris hingga tahun 1539, lalu ke Tengat Watu (sekarang Eris) hingga tahun 1546, dan selanjutnya ke Tong Keina.
- Pembentukan Desa: Akhir tahun 1561, melalui ritual adat dan permohonan kepada Opo Em Pung (Tuhan) dengan perantara burung Manguni (Doyot), mereka mendapatkan pemberitahuan bahwa Tong Keina adalah tempat yang dikabulkan. Kata-kata “tare uman kina le lean ni opo em pung um pamiki weanta” menjadi dasar nama kampung tersebut, yaitu Tare Uman, yang kemudian dikenal sebagai Treman. Selain itu, karena perkembangan penduduk yang menyebabkan sempitnya pemukiman Tong Keina, kelompok pertama yang mendapatkan bagian utara kemudian membentuk Desa Treman, sementara kelompok lain membentuk Desa Kawiley dan Desa Kaima, sehingga ketiga desa ini disebut desa bersaudara.
- Pemekaran Desa: Desa Treman yang sekarang adalah desa baru hasil pemekaran dari Desa Rajak Besi pada tahun 2012, namun sejarah awal pembentukannya dapat ditelusuri kembali ke tahun 1561
(Michael Rusly)


