Infopubliknews.online Minahasa – Aktivitas 2 unit excavator di kawasan Galian Pasir Noongan, jln tonsawang desa noongan Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, memicu pemberitaan berbeda di media. Hingga Selasa, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait kegiatan tersebut.2026-05-31, setelah beberapa hari menelusuri kegiatan tersebut hingga hari ini media melayangkan pemberitaan maupun sebagai Hak Jawab dari pengelola lahan dan pemilik exavator.

Klaim Pengelola & Warga Proyek
Berdasarkan keterangan pengelola lahan yang tidak ingin disebut namanya, 2 unit excavator saat ini digunakan untuk membuka akses jalan menuju lokasi milik warga. Akses jalan tersebut rencananya digunakan kendaraan pengangkut material untuk pembangunan SMA Nusantara di Langowan, proyek yang disebut berasal dari pemerintah pusat.
“Belum ada kegiatan produksi material galian C. Alat berat masih tahap pembukaan jalan akses masyarakat dan akses material proyek. Warga setempat menerima kehadiran alat berat karena membantu akses,” ujar salah satu warga di lokasi,
Warga lain menambahkan, kesepakatan antara pemilik lahan dan pengelola sudah ada. Pemblokiran jalan yang sempat terjadi, kata warga, terjadi di jalan milik warga sebelah lokasi, bukan di jalan yang sedang dikerjakan excavator sejak dua minggu berjalan.
Pengelola lahan sangat menyesali tindakan beberapa media yang menaikan berita bertolak belakang dengan informasi masyarakat pemilik lahan bahkan masyarakat penambang pasir serta pemerintah Desa setempat, sedangkan pemerintah desa setempat ( kaling) sempat bertanya soal kontribusi perusahaan ke pemerintah Desa?, sangat menyayangkan pemberitaan media sebelumnya.

Pemberitaan Media Sebelumnya
Berbeda dengan klaim tersebut, pemberitaan sebelumnya menulis bahwa masyarakat menolak kehadiran perusahaan meski memiliki izin. Dalam berita itu warga disebut menyayangkan sikap perusahaan dan melakukan pemblokiran jalan.
Pengelola lahan menyayangkan pemberitaan tersebut. Menurutnya, saat operator memperbaiki alat berat yang rusak, datang mobil plat B yang mengambil foto tanpa melakukan wawancara ke pihak warga dan operator alat berat tersebut.
Warga setempat dan kepala lingkungan meminta kebijakan dari perusahaan tersebut agar memperhatikan masyarakat setempat karena mereka mencari nafkah dari hasil galian pasir, dan memperhatikan kontribusi terhadap Desa seperti pembangunan jalan akses ke lokasi maupun kontribusi lainnya.
(Michael rusly)


